Banyak sekali tips yang dibagikan di internet tentang bagaimana mengatasi balita yang alergi terhadap susu. Jumlahnya puluhan dan bahkan ratusan.
Mana yang akan
ibu pilih? Tentu ibu tidak mau salah pilih. Karena tips ini diterapkan untuk
sang buah hati lho.
Ibu harus
terapkan cara yang tepat mengatasi alergi terhadap susu balita. Untuk itu, akan
lebih baik jika ibu mengetahui terlebih dahulu kenapa balita bisa alergi
terhadap susu.
Mengapa Balita
Alergi Susu
Memang tidak
semua balita alergi terhadap susu. Hanya saja, prosentasenya cukup banyak.
Beruntung sekali jika balita ibu tidak mengalami hal ini.
Akan tetapi,
bagi ibu yang memiliki balita alergi terhadpa susu anak, ibu harus tahu apa yang
menyebabkan balita ibu alergi.
Umumnya, balita
mengalami alergi karena sistem pencernaanya tidak mampu mencerna nutrisi yang
terkandung di dalam susu. Kebanyakan nutrisi yang membuat si kecil alergi
adalah protein.
Yang banyak
direkomendasikan oleh para ahli gizi anak adalah mengkonsumsi susu sapi. Dan
sekarang, di pasaran jumlah merk susu pertumbuhan anak dari sapi lebih banyak daripada dari kedelai.
Ada baiknya ada
juga buruknya. Sisi baiknya, kandungan protein di dalam susu sapi itu sangat
tinggi. Apalagi kandungan AA dan DHA pun sudah lengkap. Jadi, bisa dipastikan pertumbuhan
balita sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Semua nutrisi yang dibutuhkan
untuk tumbuh kembangnya sudah tercukupi.
Sayangnya, ada
hal buruk yang mungkin terjadi, yaitu protein terlalu banyak dan sistem
pencernaan si kecil tidak bisa mencerna. Akibatknya, balita mengalami alergi.
Awalnya balita
biasanya akan mengalami gatal-gatal yang disertai bintik-bintik merah di kulit.
Hal ini juga bisa dibarengi dengan demam.
Karena alasan
itulah banyak ahli gizi anak menyarankan agar balita tersebut mendapatkan
asupan gizi dari susu kedelai saja. Jelas susu kedelai lebih aman dan sangat kecil
kemungkinan mengakibatkan alergi.
Apakah Susu
Kedelai Alternatif Terbaik?
Pada awalnya susu
kedelai dianggap sebagai alternatif terbaik ketika balita masih mengalami
alergi dengan susu sapi.
Namun, jangan
terlalu lama memberikan susu kedelai. Jelas kandungan nutrisi di dalam susu
sapi lebih bagus untuk pertumbuhan anak daripada susu kedelai.
Oleh sebab itu,
sembari memenuhi nutrisi balita dengan memberikan susu kedelai, ibu harus
meningkatkan immune system atau daya
tahan balita.
Kenapa? Karena
hanya dengan cara inilah alergi balita terhadap susu sapi akan berakhir.
Ternyata, kemampuan sistem kekebalan tubuh yang tidak begitu kuat yang menjadi
penyebab balita alergi terhadap susu untuk pertumbuhan anak dari bahan utama
susu sapi.
Cara yang
Paling Direkomendasikan
Berapa usia si
kecil? Jika usianya baru 1 tahun ke atas, cara yang paling tepat untuk
memperkuat sistem kekebalan tubuh adalah dengan memberikan menu makanan berupa
sayur-sayuran. Ibu juga perlu mempertimbangkan memberikan minuman berupa jus
berbagai jenis buah.
Untuk balita
yang hampir menginjak usia 2 tahun atau sudah berusia 2 tahun, ibu bisa
memberikan menu makanan berupa daging, entah daging ayam atau daging sapi.
Tentunya ibu perlu memilihkan daging yang rendah lemak.
Dengan cara menguatkan
sistem kekebalan tubuh, maka tubuh balita ibu akan siap untuk mendapatkan
asupan nutrisi dari susu sapi lagi.
Silakan coba
cara ini dan lihat hasilnya. Ibu tidak perlu lagi mencari tips mengatasi balita
yang alergi terhadap susu karena pokok permasalahannya sudah ibu ketahui.

No comments:
Post a Comment