Monday, August 22, 2016

Tiba-Tiba Anak Alergi Pada Susu Pertumbuhan. Kenapa Ya?


Sayangnya tidak semua balita bisa mengkonsumsi susu pertumbuhan dengan baik. Tidak sedikit balita yang elergi terhadap susu tersebut. Apalagi kebanyakan susu walaupun dengan merk yang berbeda memiliki kandungan yang hampir mirip.



Itulah mengapa mengganti susu merk lagi tidak pasti membuat anak tidak lagi alergi. Lalu, apa yang seharusnya ibu lakukan?

Sebelumnya, ibu harus tahu dulu sebenarnya apa yang membuat anak alergi terhadap susu balita. Berikut ulasan singkatnya.

Penyebab Anak Alergi pada Susu
Apakah jika anak alergi terhadap susu, maka susu apapun yang dipilih tetap membuat anak alergi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ibu harus tahu apa yang membuat anak alergi terhadap susu untuk pertumbuhan.

Dari berbagai kasus, ternyata kandungan protein lah yang membuat anak alergi. Jika tiba-tiba kelur bintik-bintik merah pada kulit, sesak nafas setelah mengkonsumsi, dan bahkan muntah, itu tandanya anak ibu alergi terhadap susu. Hentikan segera dan lihat jika alergi tersebut berkurang atau hilang, maka sudah bisa dipastikan anak ibu alergi terhadap susu.

Hal tersebut disebabkan kandungan protein yang ada pada susu. Ada dua jenis protein yang terdapat di dalam susu anak, yaitu casein dan whey. Untuk mengetahui anak ibu alergi terhadap protein yang mana, ibu bisa konsultasi dulu dengan dokter anak.

Yang pasti, kandungan protein tersebutlah yang sering membuat balita alergi. Lalu, apa yang harus ibu lakukan?

Yang Perlu Ibu Coba
Kebanyakan susu yang ada di pasaran adalah susu sapi. Dan jika anak ibu alergi terhadap susu sapi, tentu ibu perlu mencari alternatif lainnya.

Sekarang sudah ada susu kedelai. Memang ada yang bilang kandungan di dalam susu kedelai tidak sebanyak dan sekomplit yang ada di dalam susu sapi. Pada kenyataannya tidak demikian. Sekarang ini sudah ada merk susu kedelai yang sudah ditambah dengan nutrisi seperti yang ada pada susu sapi.

Selain itu, alternatif lainnya adalah goatmilk atau susu kambing. Ini jenis susu yang relatif baru. Apakah boleh diberikan untuk balita? Tentu saja boleh. Hanya saja, akan lebih baik jika ibu konsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu untuk memastikan kondisi anak ibu memang memungkinkan untuk mengkonsumsi susu kambing ini.

Dua alternatif susu tersebut sangat tepat mengingat kandungan proteinnya tidak sebanyak di dalam susu sapi. Meskipun demikian, sebaiknya tetap saja ibu memberikan susu sapi kepada sang buah hati ketika ibu merasa anak ibu tidak lagi alergi terhadap susu pertumbuhan.

Agar Anak Tidak Alergi
Kata kuncinya sebenarnya hanya satu, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh. Memang banyak faktor yang menyebabkan balita alergi. Akan tetapi, yang terpenting untuk menangkal alergi adalah meningkatkan daya tahan.

Jadi, sembari ibu untuk sementara waktu memberikan susu selain susu sapi, ibu juga perlu memberikan makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak. Dengan harapan, ketika daya tahan anak meningkat, maka balita tidak lagi alergi terhadap susu sapi.

Ada banyak sekali makanan yang bisa meningkatkan sistem immune anak seperti buah-buhan dan sayuran hijau yang segar.


Semoga informasi ini bisa membuat ibu tidak lagi terlalu khawatir jika ternyata balita ibu mengalami alergi terhadap susu sapi. Sekarang ibu sudah tahu langkah apa saja yang perlu ibu lakukan, bukan?

No comments:

Post a Comment