Apakah ibu yakin pertumbuhan si kecil normal? Kebanyakan orang tua akan mengatakan “ya, saya yakin”. Hal tersebut lantaran mereka merasa sudah memberikan semua yang dibutuhkan seperti makanan yang bergizi dan juga susu pertumbuhan anak.
Bagaimana
dengan tinggi si kecil? Apakah normal?
Sayang sekali
untuk masalah normal tinggi balita biasanya baru terlihat ketika usianya
menginjak 2 tahun. Setelah si kecil melewati usia 2 tahun, maka akan sangat
terlihat apakah tinggi badan si kecil normal atau tidak.
Ada satu
istilah di dalam dunia kesehatan yang berhubungan dengan pertumbuhan anak,
yaitu stunting. Ibu tahu apa itu stunting?
Definisi
Stunting
Secara
sederhana, stunting bisa dijelaskan sebagai kondisi di mana balita memiliki
tinggi badan di bawah standar. Ibu bisa baca buku panduan yang diberikan oleh
rumah sakit, puskesmas atau posyandu. Ibu pasti akan tahu berapa tinggi normal
si kecil sesuai dengan usianya.
Jika ternyata
tinggi si kecil di bawah normal, itu artinya ia mengalami stunting.
Laporan terbaru
menunjukkan bawasannya angka balita yang mengalami stunting cukup tinggi. Hal
ini lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi.
Apalagi banyak
orang tua yang sudah berhenti memberikan susu untuk pertumbuhan anak ketika
balita mereka sudah berusia di atas 2 tahun. Alasannya bermacam-macam. Namun,
banyak yang menganggap si kecil sudah terbiasa minum minuman yang lain sehingga
sudah tidak perlu lagi minum susu.
Tak ayal jika
banyak balita yang mengalami stunting. Dan secara rata-rata, orang Indonesia
itu lebih pendek daripada orang barat, bukan?
Akan tetapi,
bukan lebih tinggi atau lebih rendah yang terpenting. Yang menjadi masalah
adalah jika anak ibu nanti tumbuh tidak normal karena tinggi badannya di bawah
standar.
Cara Mengatasi
Stunting
Tentu orang tua
manapun tidak ingin balita mereka mengalami stunting. Ibu pun demikian.
Sebenarnya jika
ibu baru menyadari bawasannya tinggi badan si kecil di bawah normal, itu
artinya ibu sudah terlambat. Karena menurut ahli gizi, tumbuh kembang balita
itu dipengaruhi oleh nutrisi yang didapatkan ketika ia masih di dalam
kandungan.
Saat kehamilan
mencapai usia 20 minggu, seorang ibu harus mendapatkan asupan nutrisi yang
banyak khususnya protein. Karena protein yang didapatkan akan berpengaruh pada
tinggi badan saat balita nanti.
Selain itu,
seorang ibu hamil juga harus memperhatikan kalori yang ia dapatkan setiap hari.
Karena kalori juga tak kalah berpengaruh terhadap perkembangan balita nanti
layaknya protein.
Akan tetapi,
jika hal tersebut sudah terlanjur terjadi karena si kecil sudah lahir ke dunia,
maka yang perlu ibu lakukan adalah memastikan balita mendapatkan nutrisi yang
seimbang. Cara yang paling mudah adalah dengan memberikan susu pertumbuhan
terbaik untuk anak. Karena susu tersebut mengandung kandungan nutrisi seimbang
sesuai yang dibutuhkan oleh balita.
Meskipun
demikian, ibu juga harus melakukan dua hal berikut ini; memberikan makanan yang
bergizi dan mengajak si kecil untuk selalu beraktivitas. Tentu ibu tahu makanan
apa saja yang bagus untuk pertumbuhan anak. Mengenai aktivitas, sebaiknya ibu
sering mengajak si kecil bermain di kolam renang. Karena renang akan
menstimulus perkembangan tulang lebih efektif.
Lakukan apa
yang ibu perlu lakukan sekarang juga. Jangan sampai terlambat. Selagi si kecil
masih kecil, semuanya bisa berubah. Tulang masih bisa berkembang dan si kecil
tidak akan terlihat pendek.

No comments:
Post a Comment