Sunday, July 31, 2016

Sudah Minum Susu Pertumbuhan Anak Tapi Tubuh Si Kecil Tetap Pendek. Mungkin Ini Penyebabnya

Apakah ibu yakin pertumbuhan si kecil normal? Kebanyakan orang tua akan mengatakan “ya, saya yakin”. Hal tersebut lantaran mereka merasa sudah memberikan semua yang dibutuhkan seperti makanan yang bergizi dan juga susu pertumbuhan anak.



Bagaimana dengan tinggi si kecil? Apakah normal?

Sayang sekali untuk masalah normal tinggi balita biasanya baru terlihat ketika usianya menginjak 2 tahun. Setelah si kecil melewati usia 2 tahun, maka akan sangat terlihat apakah tinggi badan si kecil normal atau tidak.

Ada satu istilah di dalam dunia kesehatan yang berhubungan dengan pertumbuhan anak, yaitu stunting. Ibu tahu apa itu stunting?

Definisi Stunting
Secara sederhana, stunting bisa dijelaskan sebagai kondisi di mana balita memiliki tinggi badan di bawah standar. Ibu bisa baca buku panduan yang diberikan oleh rumah sakit, puskesmas atau posyandu. Ibu pasti akan tahu berapa tinggi normal si kecil sesuai dengan usianya.

Jika ternyata tinggi si kecil di bawah normal, itu artinya ia mengalami stunting.

Laporan terbaru menunjukkan bawasannya angka balita yang mengalami stunting cukup tinggi. Hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi.

Apalagi banyak orang tua yang sudah berhenti memberikan susu untuk pertumbuhan anak ketika balita mereka sudah berusia di atas 2 tahun. Alasannya bermacam-macam. Namun, banyak yang menganggap si kecil sudah terbiasa minum minuman yang lain sehingga sudah tidak perlu lagi minum susu.

Tak ayal jika banyak balita yang mengalami stunting. Dan secara rata-rata, orang Indonesia itu lebih pendek daripada orang barat, bukan?

Akan tetapi, bukan lebih tinggi atau lebih rendah yang terpenting. Yang menjadi masalah adalah jika anak ibu nanti tumbuh tidak normal karena tinggi badannya di bawah standar.

Cara Mengatasi Stunting
Tentu orang tua manapun tidak ingin balita mereka mengalami stunting. Ibu pun demikian.

Sebenarnya jika ibu baru menyadari bawasannya tinggi badan si kecil di bawah normal, itu artinya ibu sudah terlambat. Karena menurut ahli gizi, tumbuh kembang balita itu dipengaruhi oleh nutrisi yang didapatkan ketika ia masih di dalam kandungan.

Saat kehamilan mencapai usia 20 minggu, seorang ibu harus mendapatkan asupan nutrisi yang banyak khususnya protein. Karena protein yang didapatkan akan berpengaruh pada tinggi badan saat balita nanti.

Selain itu, seorang ibu hamil juga harus memperhatikan kalori yang ia dapatkan setiap hari. Karena kalori juga tak kalah berpengaruh terhadap perkembangan balita nanti layaknya protein.

Akan tetapi, jika hal tersebut sudah terlanjur terjadi karena si kecil sudah lahir ke dunia, maka yang perlu ibu lakukan adalah memastikan balita mendapatkan nutrisi yang seimbang. Cara yang paling mudah adalah dengan memberikan susu pertumbuhan terbaik untuk anak. Karena susu tersebut mengandung kandungan nutrisi seimbang sesuai yang dibutuhkan oleh balita.

Meskipun demikian, ibu juga harus melakukan dua hal berikut ini; memberikan makanan yang bergizi dan mengajak si kecil untuk selalu beraktivitas. Tentu ibu tahu makanan apa saja yang bagus untuk pertumbuhan anak. Mengenai aktivitas, sebaiknya ibu sering mengajak si kecil bermain di kolam renang. Karena renang akan menstimulus perkembangan tulang lebih efektif.


Lakukan apa yang ibu perlu lakukan sekarang juga. Jangan sampai terlambat. Selagi si kecil masih kecil, semuanya bisa berubah. Tulang masih bisa berkembang dan si kecil tidak akan terlihat pendek.

No comments:

Post a Comment