Setiap orang tua pasti khawatir jika melihat tumbuh kembang balita tidak seperti teman sebayanya, entah itu tentang kecerdasan berbicara, kemampuan ketika bermain, dan juga dalam hal tinggi badan.
Untuk masalah
tinggi badan yang di bawah rekan sebayanya, ibu bisa memberikan susu pertumbuhan yang paling bagus. Karena
susu yang bagus itu mengandung nutrisi yang bisa memaksimalkan tumbuh kembang
anak.
Namun, tahukah
ibu susu balita seperti apa yang dimaksud? Berikut ciri-ciri susu untuk
pertumbuhan anak yang bisa memaksimalkan pertumbuhan tulangnya sehingga ia
tumbuh dengan postur tubuh yang tinggi.
Kandungan
Terbaik Di Dalam Susu
Apa saja
kandungan yang ada pada susu untuk balita? Tentu saja banyak sekali. Akan
tetapi, jika ibu mencarikan susu untuk pertumbuhan tulangnya agar ia tinggi
seperti teman sebayanya, maka ibu perlu memperhatikan beberapa nutrisi penting
di dalam susu.
Salah satunya
adalah nutrisi berupa kalsium. Kandungan yang satu ini memiliki dua peran yang
sangat krusial. Yang pertama untuk memaksimalkan perkembangan tulang. Bisa
dikatakan anak yang mendapatkan asupan kalsium yang cukup akan memiliki ukuran
tubuh yang tinggi.
Peran kalsium
yang kedua adalah untuk memadatkan tulang. Percuma saja anak tumbuh tinggi
namun kepadatan tulang kurang bagus. Tulang akan rapuh dan anak akan mudah
lelah jika beraktivitas.
Selain kalsium,
kandungan yang tak kalah penting untuk menunjang perkembangan fisik anak adalah
vitamin D. Nutrisi yang satu ini tak kalah penting jika dibandingkan dengan
kalsium. Hanya saja memang sumber vitamin D paling tinggi itu berasal dari
sinar matahari pagi, bukan dari makanan atau minuman termasuk susu untuk
balita.
Akan tetapi,
untuk memastikan si kecil mendapatkan kandungan vitamin D yang cukup, ibu harus
tetap memberikan susu terbaik untuk pertumbuhan selain tentu saja membawa si
kecil untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Apakah protein
juga diperlukan? Tentu saja diperlukan. Karena protein juga berpengaruh
terhadap tinggi fisik anak.
Selain susu,
sumber protein yang sangat aman untuk anak adalah kacang-kacangan. Kandungan
protein nabati di dalam kacang-kacangan sangat tinggi dan tidak seperti protein
di dalam daging sapi yang mungkin masih ada bakteri di dalam daging tersebut. Itulah
mengapa kacang-kacangan dianggap sebagai sumber protein yang paling aman untuk
balita.
Stimulus Tak
Kalah Penting
Selain nutrisi,
stimulus dari luar juga tak kalah penting. Agar balita ibu tumbuh tinggi seperti
teman seumurannya, maka ibu perlu mengajak si kecil beraktivitas fisik seperti
jalan santai, renang, dan olahraga lainnya.
Membiarkan anak
duduk di dalam rumah dan bermain permainan jelas bukan cara yang tepat. Percuma
jika sudah ada kalsium, vitamin D, protein, dan juga nutrisi laiinnya namun
tidak diaktifkan, Karena untuk mengaktifikan nutrisi tersebut adalah dengan
cara melakukan aktivitas fisik.
Dalam hal ini,
yang paling direkomendasikan adalah mengajak si kecil berenang. Karena olahraga
yang satu ini sangat efektif menstimulus pertumbuhan tulang.
Jika nutrisi
sudah ibu berikan dari makanan serta minuman seperti susu balita terbaik dan
ibu juga sudah mengajak sang buah hati untuk beraktivitas, sepertinya ibu sudah
tidak perlu khawatir lagi jika anak ibu terlihat lebih pendek dibandingkan anak
sebaya lainnya.
Akan tetapi,
jika kelihatannya pertumbuhan anak terganggu, sebaiknya ibu segera konsultasi
dengan dokter anak. Barangkali ada masalah dengan penyerapan nutrisi yang
didapatkan si kecil dari makanan dan susu balita.

No comments:
Post a Comment