![]() |
| Ibu dan Balita |
Terkadang kalau mendengarkan apa kata dokter atau ahli kesehatan, seolah-olah tidak ada yang tidak diperbolehkan. Bahkan semua yang menyenangkan itu dilarang.
Namanya juga
dokter atau ahli kesehatan. Semuanya diukur dan dipertimbangkan berdasarkan
ilmu kesehatan.
Begitu juga
tentang kesehatan balita. Siapa yang tidak percaya jika susu balita itu bagus
sekali untuk sang buah hati? Semua orang pasti setuju. Tapi, susu pertumbuhan bisa berubah seolah
menjadi racun jika ditambah dengan gula. Setidaknya itu yang ingin disampaikan
oleh dokter atau ahli kesehatan.
Ingin tahu
kenapa? Mungkin ibu tidak akan membayangkan setengah sendok gula ke dalam susu
akan berakibat hal seperti ini.
Balita Lemas
Tak Bertenaga
“Lho kok bisa?
Bukannya gula bisa diubah menjadi energi?” Betul sekali. Cadangan gula di dalam
tubuh bisa dirubah menjadi energi jika dibutuhkan. Kata kuncinya adalah jika
dibutuhkan.
Namun,
bagaimana bisa dibutuhkan jika kegiatan balita setiap hari tidak begitu berat.
Toh sudah ada energi yang disuplai dari makanan seperti nasi?
Jadi, gula akan
mengendap di dalam tubuh balita dan itu bukan hal yang baik untuk kesehatan
tubuhnya.
Lebih dari itu,
ternyata gula secara tidak langsung juga menjadi penyebab anak menjadi lemas
dan tidak bertenaga. Ibu tahu kenapa? Karena gula membuat si kecil merasa
kenyang.
Pada saat
itulah si kecil tidak mau makan. Perhatikan saja jika balita ibu tidak mau
makan. Jangan-jangan hal tersebut disebabkan ia sudah merasa kenyang lantaran
ibu menambahkan gula ke dalam susu balita.
Keadaan ini
tentu bisa berbahaya. Jika balita ibu tidak mau beraktivitas, tentu saja hal
itu akan berakibat kurang baik untuk perkembangannya.
Bahaya Obesitas
Saat Dewasa
Mungkin ini akibat
yang paling banyak orang katakan jika ibu terlalu banyak memberikan makanan
atau minuman yang mengandung banyak gula kepada balita, yaitu obesitas.
Sayangnya,
obesitas ini terkadang tidak terlihat ketika si kecil berusia 3-4 tahun. Namun,
lihat perkembangannya ketika sudah berusia di atas 5 tahun.
Terkadang
obesitas memang tidak terlihat sehingga orang tua merasa tidak ada hal yang
perlu dikhawatirkan. Mereka tetap menambakan gula ke dalam susu untuk balita
dengan berbagai alasan.
Kebanyakan
alasan mereka agar si kecil lebih suka minum susu. Namun, bukan itu cara yang
tepat agar balita mau minum susu. Masih banyak cara lain yang tidak
mendatangkan madhorot seperti menambahkan gula.
Karies Pada
Gigi
Bukan hal yang
aneh ketika balita mengalami karies gigi. Namun, merupakan hal yang luar biasa
jika ibu berhasil menjaga kesehatan gigi balita ibu.
Mencegah gigi
balita tidak mengalami karies merupakan perkerjaan yang berat. Ibu harus
menjaga agar ia menjauhi dari makanan atau minuman yang manis. Dan tentu saja
ibu tidak boleh memberikan susu anak yang ditambah dengan gula.
Terkadang orang
tua terlalu sibuk sehingga mereka tidak memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh
si kecil. Padahal, naluri anak kecil adalah mengkonsumsi makanan yang manis
karena makanan seperti sangat enak di mulut.
Berhenti dan
pedulilah terkadap pertumbuhan anak. Jangan hanya memberikan susu untuk balita
yang terbaik lalu seolah-olah urusan ibu sudah selesai.
Perhatikan juga
asupan makanan setiap hari. Jangan sampai makanan terlalu banyak mengandung
gula. Begitu juga dengan susu. Jangan justru ibu menambahkan gula ke dalam
susu.
Sekarang,
bijaklah dalam merawat sang buah hati. Karena perkembangan balita itu
tergantung kepada bagaimana ibu merawat dan menjaganya.

No comments:
Post a Comment