Thursday, June 23, 2016

Susu Pertumbuhan Tidak Sekedar Membuat Anak Menjadi Tinggi

susu pertumbuhan
Ibu dan Balita

Susu pertumbuhan sering dikonotasikan sebagai minuman yang akan memaskimalkan tumbuh kembang anak secara fisik. Anak akan menjadi tinggi karena mendapatkan asupan nutrisi dari susu tersebut.



Akan tetapi, tidak hanya itu yang akan didapatkan sang buah hati. Bisa di katakan bawasannya pertumbuhan fisik anak merupakan bonusnya saja. Yang terpenting adalah manfaat lain dari susu untuk pertumbuhan, tidak sekedar agar membuat anak tumbuh tinggi.

Dan ibu harus sadari juga bahwa anak tumbuh tinggi itu juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi, jangan menganggap jika ibu memberikan susu, maka anak ibu pasti akan tumbuh tinggi.
Lalu, manfaat apa saja yang didapatkan oleh anak ibu dari susu untuk pertumbuhan tersebut?

-        Perkembangan Saraf 
Apakah ibu hanya ingin anak tumbuh tinggi? Tentu saja tidak, kan? Ibu juga pasti ingin sekali melihat anak ibu cerdas. Setidaknya ia mudah mendapatkan informasi atau ilmu baru.

Untuk tujuan yang satu ini, anak memerlukan nutrisi tertentu yang mampu memaksimalkan perkembangan otak atau saraf. Nutrisi tersebut ada di dalam susu pertumbuhan anak.

Kandungan seperti AA dan DHA memang sudah didapatkan oleh si kecil sejak ia masih bayi. Namun, saat ia dalam masa pertumbuhan, kandungan nutrisi tersebut dibutuhkan lebih banyak agar ia tidak tertinggal dengan perkembangan balita yang lain.

Apalagi saat usianya baru mencapai 4 tahun. Ia sangat membutuhkan nutrisi seperti AA dan DHA agar ia lebih mudah mencerna pelajaran baru yang mungkin ia dapatkan dari sekolah atau dari lingkungan.

-       Mengoptimalkan Kemampuan Gerak Motorik
     Ada orang tua yang sedikit memaksa anaknya agar bisa belajar cepat menaiki sepeda. Padahal, setiap balita memiliki masalah sendiri-sendiri dengan hal ini.

Belajar menaiki sepeda akan lebih mudah bagi balita yang pergerakan motoriknya bagus. Hal ini sama juga seperti ketika seorang anak mulai belajar berjalan. Bukan tidak mungkin balita yang berusia sudah mencapai 1,5 tahun tapi belum bisa belajar jalan. Padahal umumnya balita sudah mulai belajar jalan ketika usianya 10 atau 11 bulan.

Lalu, apa yang terjadi? Mungkin saja perkembangan organ tubuh tertentu yang digunakan untuk menggerakkan motoriknya tidak optimal. Sehingga balita tersebut akan mengalami kesulitan jika diajak melakukan permainan yang membutuhkan gerakan.

Ada dua macam gerakan, yaitu gerakan kasar seperti berjalan dan gerakan halus seperti menata puzzle. Untuk memaksimalkan kemampuan motorik balita tersebut, ibu harus berikan nutrisi yang dibutuhkan seperti kalsium dan protein. Asupan gizi yang seimbang dari susu untuk pertumbuhan diperlukan jika ibu ingin melihat balita ibu memiliki kemampuan motorik yang bagus.

-        Kecerdasan Emosional 
Balita yang sedang dalam masa pertumbuhan tidak hanya harus bagus dalam hal kecerdasan intelektual yang bersifat kognitif, tapi juga kecerdasan emosional. Anak harus mulai tahu bagaimana mengungkapkan perasaan dan bagaimana bersosialisasi dengan orang lain.

Untuk yang satu ini, ibu tidak hanya bisa mengandalkan nutrisi dari susu untuk pertumbuhan saja. Peran ibu untuk mendidik sang buah hati sangat diperlukan.


Jadi itulah beberapa manfaat memberikan susu kepada balita yan sedang berada di masa pertumbuhan. Ibu tidak hanya fokus agar anak tumbuh tinggi tanpa memiliki pergerakan motorik yang bagus, kecerdasan emosional, serta kemampuan kognitif yang baik. Semua harus seimbang sehingga anak tumbuh normal seperti yang ibu inginkan.

No comments:

Post a Comment