Wednesday, February 3, 2016

Akibat yang Bisa Terjadi Karena Balita Ibu Mogok Minum Susu Pertumbuhan


Susu pertumbuhan memang bukan sumber nutrisi utama untuk balita. Karena pada saat si kecil sudah masuk usia 1 tahun, itu artinya makananlah yang menjadi sumber gizinya. Hanya saja, tetap saja susu tersebut sangat dibutuhkan oleh balita.


Saat ini, susu pertumbuhan semakin disempurnakan dengan penambahan nutrisi yang baik dan dibutuhkan oleh balita. Dengan demikian, memberikan susu balita memastikan bahwa tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan karena setidaknya nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita sudah terpenuhi.
Berikut beberapa penyakit yang sering disebabkan karena balita tidak diberi atau tidak mau mengkonsumsi susu untuk pertumbuhan.
Penyakit Marasmus

Ibu perhatikan kulit si kecil. Apakah kering dan bersisik walaupun ibu sudah memandikannya dengan air hangat dan memberinya lotion? Jika ya, ada kemungkinan balita ibu mengalami masalah marasmus. 
Namun, ibu jangan terburu membuat kesimpulan. Ada ciri-ciri lain anak terkena marasmus seperti ototnya lemah, anak sering rewel dan marah, serta kulit terlihat kendur. Untuk lebih jelasnya, ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu.
Marasmus merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan balita tidak mau mengkonsumsi susu pertumbuhan. Susu sudah diformulasikan agar kebutuhan protein dan kalori balita terpenuhi. Jika dua nutrisi ini tidak terpenuhi, marasmus bisa saja terjadi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa ciri balita terkena marasmus adalah kulit kering, otot lemah, dan kulit kering.
Penyakit Beri-Beri

Penyakit yang satu ini pasti sudah asing lagi. Penyakit beri-beri bisa saja menyerang balita karena kekurangan gizi berupa vitamin B1. Jika balita selalu minum susu pertumbuhan, penyakit ini bisa dicegah. Pasalnya, susu tersebut mengandung vitamin B1 yang kadarnya sudah sesuai dengan anjuran para ahli gizi balita.
Lebih parahnya, beri-beri ini bisa mengakibatkan penyakit lain lagi yang lebih berbahaya. Beri-beri bisa menyerang saraf. Inilah mengapa balita yang kekurangan gizi dan berakibat terkena penyakit beri-beri sebaiknya langsung mendapatkan penanganan khusus dari dokter anak.
Penyakit Pellagra

Kabarnya, penyakit pellagra jika tidak segera disembuhkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini menyerang balita yang kekurangan vitamin B3. Balita yang terkena penyakit ini akan mengalami diare, otot dan tulang lemah, gangguan kulit, dan juga sering rewel.
Ciri-ciri tersebut di atas merupakan ciri-ciri dari luar saja. Jika balita ibu mengalami hal-hal tersebut, ibu tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa si kecil terkena pellagra. Ibu harus konsultasi dengan dokter anak untuk memastikan apakah anak ibu diare biasa atau terkena pellagra.
Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan cara selalu memberikan susu pertumbuhan yang kaya akan vitamin, terutama vitamin B3. Selain itu, ibu juga bisa mencari tahu beberapa makanan yang mengandung vitamin B3 seperti jamur, kacang-kacangan, ikan tuna, dan juga daging sapi.
Sekarang, jelas sudah kenapa ibu harus berusaha mencari agar anak ibu tidak mogok minum susu pertumbuhan. Tentu saja setiap orang tua ingin anaknya tumbuh sehat. Untuk memastikan anak ibu sehat, ibu harus memberikan susu balita terbaik yang memenuhi semua gizi yang dibutuhkannya. 
Selain itu, pastikan juga balita ibu mendapatkan asupan gizi dari makanan sehat. Dengan memperhatikan apa yang ia makan serta memberikan susu untuk pertumbuhan, ibu tidak perlu mengkhawatirkan kesehatan si kecil. Jadi, jangan remehkan pentingnya susu pertumbuhan.

  

No comments:

Post a Comment