Susu pertumbuhan memang bukan sumber nutrisi utama untuk balita. Karena pada saat si kecil sudah masuk usia 1 tahun, itu artinya makananlah yang menjadi sumber gizinya. Hanya saja, tetap saja susu tersebut sangat dibutuhkan oleh balita.
Saat ini, susu pertumbuhan semakin disempurnakan dengan penambahan nutrisi yang baik dan dibutuhkan oleh balita. Dengan demikian, memberikan susu balita memastikan bahwa tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan karena setidaknya nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita sudah terpenuhi.
Berikut
beberapa penyakit yang sering disebabkan karena balita tidak diberi atau tidak
mau mengkonsumsi susu untuk pertumbuhan.
Penyakit Marasmus
Ibu perhatikan
kulit si kecil. Apakah kering dan bersisik walaupun ibu sudah memandikannya
dengan air hangat dan memberinya lotion? Jika ya, ada kemungkinan balita ibu
mengalami masalah marasmus.
Namun, ibu
jangan terburu membuat kesimpulan. Ada ciri-ciri lain anak terkena marasmus
seperti ototnya lemah, anak sering rewel dan marah, serta kulit terlihat
kendur. Untuk lebih jelasnya, ibu sebaiknya konsultasi dengan dokter anak
terlebih dahulu.
Marasmus
merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan balita tidak mau mengkonsumsi susu pertumbuhan. Susu sudah
diformulasikan agar kebutuhan protein dan kalori balita terpenuhi. Jika dua
nutrisi ini tidak terpenuhi, marasmus bisa saja terjadi. Seperti yang telah
disebutkan sebelumnya, beberapa ciri balita terkena marasmus adalah kulit
kering, otot lemah, dan kulit kering.
Penyakit Beri-Beri
Penyakit yang
satu ini pasti sudah asing lagi. Penyakit beri-beri bisa saja menyerang balita
karena kekurangan gizi berupa vitamin B1. Jika balita selalu minum susu pertumbuhan, penyakit ini bisa
dicegah. Pasalnya, susu tersebut mengandung vitamin B1 yang kadarnya sudah sesuai
dengan anjuran para ahli gizi balita.
Lebih parahnya,
beri-beri ini bisa mengakibatkan penyakit lain lagi yang lebih berbahaya.
Beri-beri bisa menyerang saraf. Inilah mengapa balita yang kekurangan gizi dan
berakibat terkena penyakit beri-beri sebaiknya langsung mendapatkan penanganan
khusus dari dokter anak.
Penyakit
Pellagra
Kabarnya,
penyakit pellagra jika tidak segera disembuhkan bisa menyebabkan kematian.
Penyakit ini menyerang balita yang kekurangan vitamin B3. Balita yang terkena
penyakit ini akan mengalami diare, otot dan tulang lemah, gangguan kulit, dan
juga sering rewel.
Ciri-ciri
tersebut di atas merupakan ciri-ciri dari luar saja. Jika balita ibu mengalami
hal-hal tersebut, ibu tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa si kecil terkena
pellagra. Ibu harus konsultasi dengan dokter anak untuk memastikan apakah anak
ibu diare biasa atau terkena pellagra.
Pencegahan
penyakit ini bisa dilakukan dengan cara selalu memberikan susu pertumbuhan yang kaya akan vitamin, terutama vitamin B3.
Selain itu, ibu juga bisa mencari tahu beberapa makanan yang mengandung vitamin
B3 seperti jamur, kacang-kacangan, ikan tuna, dan juga daging sapi.
Sekarang, jelas
sudah kenapa ibu harus berusaha mencari agar anak ibu tidak mogok minum susu pertumbuhan. Tentu saja setiap
orang tua ingin anaknya tumbuh sehat. Untuk memastikan anak ibu sehat, ibu
harus memberikan susu balita terbaik yang memenuhi semua gizi yang
dibutuhkannya.
Selain itu,
pastikan juga balita ibu mendapatkan asupan gizi dari makanan sehat. Dengan
memperhatikan apa yang ia makan serta memberikan susu untuk pertumbuhan, ibu
tidak perlu mengkhawatirkan kesehatan si kecil. Jadi, jangan remehkan
pentingnya susu pertumbuhan.

No comments:
Post a Comment