![]() |
| Friso Indonesia |
Perkembangan anak usia 3 tahun menentukan mana yang terbaik untuk dirinya, baik dari sisi kognitif, emosional, serta sosialnya. Ketika menginjak usia 3 tahun, anak sudah mulai mampu untuk menjalankan beberapa kegiatan rutinan. Dan inilah yang membuat anak semakin aktif, hanya saja ada beberapa hal yang sifatnya egois dalam dirinya.
Meskipun begitu, kondisi tersebut sangatlah normal
dikarenakan alasan-alasan yang cukup masuk akal. Oleh karenanya, penjagaan
orang tua terhadap anaknya sangat diperlukan.
Tujuaannya adalah untuk memberikan arahan yang baik selama
masa terbaik tersebut. Artinya, Anda bisa mendapati anak-anak Anda dengan
kemampuan hebat atau tidaknya di waktu tersebut.
Nah, setidaknya ada beberapa kemampuan anak yang mulai
berkembang di usia tersebut. Mau tahu apa saja kemampuan yang dimilikinya?
Kemampuan Anak Ketika Menginjak Usia 3 Tahun
Perkembangan anak
usia 3 tahun memang wajib disadari oleh orang tua agar tidak terlewatkan
masa terbaiknya. Karena bila dilewatkan, maka pengaruhnya akan terjadi pada
anaknya sendiri. Salah satu contohnya adalah kemampuan dalam berkomunikasi.
Ya, ketika anak mulai berusia 3 tahun, anak-anak sudah bisa
berkomunikasi. Tentu saja dengan kemampuan berbahasa yang sederhana seperti
menyebutkan namanya sendiri, nama ibu bapak dan lain sebagainya.
Makanya, biasanya Anda temui jikalau ibu dan bapaknya
mengajak bicara pada anaknya walaupun sekedar bercanda atau terlihat ga
penting. Tapi ini sangatlah baik untuk mendukung kemampuan bahasanya sehingga
anak-anak akan mudah merespon dan mempelajari bahasa lebih cepat.
Berbeda ketika anak-anak dibiarkan begitu saja, artinya
jarang diajak komunikasi, maka anak-anak akan cenderung pendiam atau sulit
untuk berbicara. Oleh karenanya, ajaklah anak-anak Anda untuk berbicara sebagai
bahan pembelajaran untuk melatih kemampuan tutur katanya.
Selain kemampuan bahasanya, perkembangan anak usia 3 tahun ini juga sudah menunjukkan kemampuan
yang baik dalam berjalan, menggerakkan tangan, jari, bahkan melompat. Atau
biasa Anda sebut dengan kemampuan motorik. Jika dilihat dari sini, anak-anak juga akan cenderung untuk
berlarian, bermain-main kemana saja. Ini menjadi salah satu kemampuan dasar untuk
memperkuat fisiknya. Dan menariknya, anak-anak juga sudah mulai melakukan apapun
dengan kemampuan ototnya saat itu, baik menggerakkan tangan untuk menulis atau
menggambar (kalau Anda latih), berjalan dan melompat sebagaimana yang biasa
dilakukan atas perintah otaknya sendiri.
Sementara itu, kemampuan bersosialisasi juga sudah ada di
usia tersebut. Contohnya adalah anak-anak suka bermain dengan anak-anak
lainnya. Hal ini semakin mendekatkan mereka dalam bekerjasama dalam urusan
menyelesaikan permainannya. Walaupun terkadang ada permasalahan misalnya
bertengkar satu sama lain.
Sisi Emosional Anak-Anak Usia 3 Tahun
Perkembangan anak
usia 3 tahun ini juga meliputi sisi emosionalnya. Pada usia tersebut,
anak-anak masih bersifat egosentrisme yang berarti bahwa anak-anak masih
terlihat mementingkan dirinya sendiri.
Hal ini bisa dilihat dari pola pemikirannya serta cara tutur
katanya. Oleh karenanya, terkadang anak-anak akan berebutan hal dengan temannya
yang terkadang membuat bertengkar dan menangis.
Pada tahap ini, peran orang tua memang sangat krusial untuk
tetap berada di sampingnya dan selalu mengajarinya. Karena anak-anak merasakan
ketakutan akan kehilangan sesuatu, dan anak-anak butuh orang tua yang siap
untuk memberikan kenyamanan dalam setiap kondisi.
Dan menariknya, Anda bisa memberikan pengertian pada anak
mengenai berbagai hal. Pasalnya, anak-anak sudah mulai mengenal adanya
aturan-aturan sehingga pemberian pengertian ini akan menentukan karakter anak
ketika dewasa nanti.
Kesimpulannya, peran orang tua yang siap memberikan
kenyamanan dan pengajaran untuk menyempurnakan kemampuan-kemampuan yang
dimilikinya sangat diperlukan saat perkembangananak usia 3 tahun.

No comments:
Post a Comment