Tuesday, March 29, 2016

Sadari Perkembangan Anak Usia 3 Tahun Jika Tidak Ingin Hilang Pemahamannya

perkembangan anak usia 3 than
Friso Indonesia


Perkembangan anak usia 3 tahun menentukan mana yang terbaik untuk dirinya, baik dari sisi kognitif, emosional, serta sosialnya. Ketika menginjak usia 3 tahun, anak sudah mulai mampu untuk menjalankan beberapa kegiatan rutinan. Dan inilah yang membuat anak semakin aktif, hanya saja ada beberapa hal yang sifatnya egois dalam dirinya.



Meskipun begitu, kondisi tersebut sangatlah normal dikarenakan alasan-alasan yang cukup masuk akal. Oleh karenanya, penjagaan orang tua terhadap anaknya sangat diperlukan.
Tujuaannya adalah untuk memberikan arahan yang baik selama masa terbaik tersebut. Artinya, Anda bisa mendapati anak-anak Anda dengan kemampuan hebat atau tidaknya di waktu tersebut.
Nah, setidaknya ada beberapa kemampuan anak yang mulai berkembang di usia tersebut. Mau tahu apa saja kemampuan yang dimilikinya?

Kemampuan Anak Ketika Menginjak Usia 3 Tahun
Perkembangan anak usia 3 tahun memang wajib disadari oleh orang tua agar tidak terlewatkan masa terbaiknya. Karena bila dilewatkan, maka pengaruhnya akan terjadi pada anaknya sendiri. Salah satu contohnya adalah kemampuan dalam berkomunikasi.
Ya, ketika anak mulai berusia 3 tahun, anak-anak sudah bisa berkomunikasi. Tentu saja dengan kemampuan berbahasa yang sederhana seperti menyebutkan namanya sendiri, nama ibu bapak dan lain sebagainya.

Makanya, biasanya Anda temui jikalau ibu dan bapaknya mengajak bicara pada anaknya walaupun sekedar bercanda atau terlihat ga penting. Tapi ini sangatlah baik untuk mendukung kemampuan bahasanya sehingga anak-anak akan mudah merespon dan mempelajari bahasa lebih cepat.
Berbeda ketika anak-anak dibiarkan begitu saja, artinya jarang diajak komunikasi, maka anak-anak akan cenderung pendiam atau sulit untuk berbicara. Oleh karenanya, ajaklah anak-anak Anda untuk berbicara sebagai bahan pembelajaran untuk melatih kemampuan tutur katanya.

Selain kemampuan bahasanya, perkembangan anak usia 3 tahun ini juga sudah menunjukkan kemampuan yang baik dalam berjalan, menggerakkan tangan, jari, bahkan melompat. Atau biasa Anda sebut dengan kemampuan motorik. Jika dilihat dari sini, anak-anak juga akan cenderung untuk berlarian, bermain-main kemana saja. Ini menjadi salah satu kemampuan dasar untuk memperkuat fisiknya. Dan menariknya, anak-anak juga sudah mulai melakukan apapun dengan kemampuan ototnya saat itu, baik menggerakkan tangan untuk menulis atau menggambar (kalau Anda latih), berjalan dan melompat sebagaimana yang biasa dilakukan atas perintah otaknya sendiri.

Sementara itu, kemampuan bersosialisasi juga sudah ada di usia tersebut. Contohnya adalah anak-anak suka bermain dengan anak-anak lainnya. Hal ini semakin mendekatkan mereka dalam bekerjasama dalam urusan menyelesaikan permainannya. Walaupun terkadang ada permasalahan misalnya bertengkar satu sama lain.

Sisi Emosional Anak-Anak Usia 3 Tahun
Perkembangan anak usia 3 tahun ini juga meliputi sisi emosionalnya. Pada usia tersebut, anak-anak masih bersifat egosentrisme yang berarti bahwa anak-anak masih terlihat mementingkan dirinya sendiri.
Hal ini bisa dilihat dari pola pemikirannya serta cara tutur katanya. Oleh karenanya, terkadang anak-anak akan berebutan hal dengan temannya yang terkadang membuat bertengkar dan menangis.
Pada tahap ini, peran orang tua memang sangat krusial untuk tetap berada di sampingnya dan selalu mengajarinya. Karena anak-anak merasakan ketakutan akan kehilangan sesuatu, dan anak-anak butuh orang tua yang siap untuk memberikan kenyamanan dalam setiap kondisi.
Dan menariknya, Anda bisa memberikan pengertian pada anak mengenai berbagai hal. Pasalnya, anak-anak sudah mulai mengenal adanya aturan-aturan sehingga pemberian pengertian ini akan menentukan karakter anak ketika dewasa nanti.


Kesimpulannya, peran orang tua yang siap memberikan kenyamanan dan pengajaran untuk menyempurnakan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya sangat diperlukan saat perkembangananak usia 3 tahun.

No comments:

Post a Comment